Catatan Mitra: Puisi Mitra
RSS
Tampilkan postingan dengan label Puisi Mitra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Mitra. Tampilkan semua postingan

Tak Menemukan Arti Cintamu


Ternyata hati ini masih dimiliknya
Sesak dada ini terasa kala ku sebut namanya
Saat ku tau dia masih menginginkan cinta dihati ini
Alunan hati untuknya ternyata masih ada
Mengapa kau selalu ada
Ku tlah coba lupakanmu tapi tak bisa

Saat ini tlah ku temukan pengganti mu
Namun kau datang dengan sejuta cinta dulu
Aku tak mengerti mengapa harus ini yang terjadi
Ku sangka kau tlah hilangkan ku dalam hatimu
Tapi rembulan mu kembali terangiku

Harusnya aku terbang jauh dari mu
Melepas mu bukan ingin ku
Menggantikan mu dengan seseorang yang lebih baik dari mu
Tolong aku dengan keterbatasan ku ini

Sungguh kau aku dengan situasi ini
Munafikkah aku dengan semua ini?
Salahkah aku dengan keputusan ini?
Wajarkah sedih ku untukmu lagi?

Ungkapkan saja apa mau mu sekarang
Karena langit u pun tlah siap menerimanya
Pengkhianatan cinta dihati ku
Temukan ku dalam hati mu
Kan ku tangguhkan sakit hati ku ini
agar tak ada cinta kedua dihati mu

Jangan katakan kau tak suka itu
Hilangkan ego mu dulu
Hapuskan kesetiaan mu pada hati yang diam dan dingin
Sejujurnya aku masih memiliki mu... mengenggam hati mu
Namun sayatan mu begitu tajam menikam ku
Salah apa atas samudera cinta ku?
Hingga terluka seperti ini..

Detak hati ini pun masih menyebut nama mu
Seakan memaksa ku 'tuk mengharapkan mu kembali mendekap langit ku
Dan semua tentang mu masih ada disini..dihati ini
Baca Selengkapnya.. - Tak Menemukan Arti Cintamu

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Nelangsa Hati

Melangkah lunglai saat ku dengar ucapan itu
Indahnya menatapmu tak lagi kurasakan
Terbangun pun aku tak pulihkan semua
Rantai ini sungguh tlah mengikatku erat

Air mata ini tak kunjung redakan perihku

Firasatkah?
Atau memang ku tak lagi mampu tenangkan mu
Diatas sana awan masih bergembira meski mendung mendera
Insting sang penakluk hati pun menundukkan kepalanya
Lalu berkata "maafkan aku wahai langit indahku"
Lambat laun air mata pun mengering saat ku sadar akan semuanya
Aku pecundang hati yang tega hempaskan samudera cintamu
Hanya aku dan air mata ini yang terus bertahan disini

Entahlah...
Kalut saat ini teman sepiku
Agar sempurnalah kebahagian mu tanpa ku

Vonita itu tlah jauh dariku
Ombak tenang itu mampu hancurkan ku
Nelangsa hati ini sungguh tiada akhirnya
Inilah hadiah perjalanan jauh ku hingga temukan lorong sepi ini
Tak rela namun keharusan hati 'tuk tak berpijak lagi disini
Akhirnya hanya aku dan tangisan tegar ku..
Baca Selengkapnya.. - Nelangsa Hati

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS